NIKAH ????


Kayaknya nikahtuh bisa jadi momok ya untuk para ladies yang mendambakan dan emngaungkan karier juga freedom. Apalagi bila yang jadi pokok permasalahan adalah umur. Trus kenapa selalu wanita yang diuber - uber buat nikah ? jawabnya simple "KARENA WANITA PUNYA KANTONG RAHIM DAN SEPERTI SUSU ULTRA , KEDUANYA PUNYA MASA KADALUWARSA..." wanita kadaluwarsa...SINTING .... itulah tingkah dan pola pikir tokoh - tokohnya, ringan, segar dan kocak tapi banyak ngasih kita pandangan bahkan pertimbangan ...benarkah anda siap untuk menikah ? apakah hanya gara - gara usia udah bau tanah , tuntutan orang tua, takut jadi perawan tua... dan banyak alasan yang ditawarkan disini. Kok tau baru minggu kemarin aku nyelesaiin bacanya . Nih sedikit cuplikannya.

Marriagable: Gue Mau Nikah Asal...
Penulis: Riri Sardjono

Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku. “Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!” “Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date.” “Yeah,” sahutku sinis. “Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama.” Mamz pikir aku belum menikah karena nasibku yang buruk. Dan kalau beliau tidak segera bertindak, maka nasibku akan semakin memburuk. Tapi Mamz lupa bertanya apa alasanku hingga belum tergerak untuk melangkah ke arah sana. Alasanku simple. Karena Mamz dan Papz bukan pasangan Huxtable. Mungkin jauh di dalam hatinya, mereka menyesali keputusannya untuk menikah. Atau paling tidak, menyesali pilihannya. Seperti Dina, sahabatku. “Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!” Dina tergelak mendengarnya. “Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!” See?? “Oh my God!” desah Kika ngeri. “Pernikahan adalah waktu yang terlalu lama untuk cinta!” Yup! That’s my reason, Darling!


Cerita ini seperti ingin memberi pilihan jawaban atas salah satu misteri tertua yang -sangat mungkin- selalu tersembunyi di balik kelakar pahit kehidupan dan cita-cita tentang kebahagiaan pernikahan. Kegelisahan yang begitu dalam tentang Cinta dan Pernikahan, disajikan dengan realisme ala komik urban yang ringan-ringan menggemaskan untuk akhir yang menyenangkan. Happy ending ? Belum tentu…— Fenia Felicia, Wedding Planner

Marriagable, sebuah kisah cinta yang merupakan kombinasi antara Putri Salju dan Pangeran Kodok. Bahwa pernikahan nggak melulu diawali dengan cinta tapi bisa karena ciuman. Mungkin benar, ciuman adalah alat pendektesi cinta yang paling jujur. Konyol tapi penuh dengan sindiran tentang hubungan antara lelaki-perempuan. Then, if u think that love is all u need to get married, perhaps, u have to reconsitute ur concept: U just need a guy who can make u laugh...for better and worse in the marriage.

1 Your Opinion:

beLoved vRitTa mengatakan...

pertamaaaaaaaa. . . .

wah maap baru sempet berkunjung. . .
gara2 ospec nih >_<

wah nikah??
masih lama non. . . . . .