Pacaran Dewasa VS Pacaran Remaja



Akhir akhir ini aku banyak berpikir, kemarin sih mikirin temen yang lagi sibuk promo album mereka di kawasan kediri. Makanya blog rada terlantar, soalnya 2 hari jadi manajer mereka. Wuuuih manajer, ternyata ngga susah juga ya jadi manajer band. Kebetulan kalo punya jaringan banyak ke radio , ya kan tinggal telpon doang. Mereka langsung bisa talk show... sipiiil.


Selain mikir itu, aku juga mikir soal "PACARAN DEWASA", artinya apa ? justru itu yang aku lagi pikirin. Apakah pacaran dewasa itu, berarti ngga usah terlalu banyak komplain kalo pasangan susah dihubungi ? apakah pacaran dewasa itu ngga begitu ngeributin hal kecil ? apakah pacaran dewasa itu umurnya harus udah setengah tiang , eh salah setengah baya? apakah pacaran dewasa itu berarti boleh ciuman? apakah pacaran dewasa itu, hanya berkomunikasi dikala pasangan ada waktu sengang ? atau apakah pacaran dewasa itu... menurut anda gimana ?


Dari sedikit survey yang kulakukan terhadap 8 orang laki - laki yang 90% berusia diatas 28 th, ternyata pacaran dewasa itu tidak harus mengabaikan pasangan meski kita ada kesibukan. Toh disela - sela kesibukan kita masih bisa menjalin komunikasi dengan baik, although just SMS. Sering berkomunikasi dengan pasangan itu hal penting , apalagi yang long distance relationship.


Sedikit dari 8 laki laki tersebut mengungkan, bahwa komunikasi bisa dijalin meski tidak intens, senyampang semua baik - baik saja kenapa musti seperti gaya pacaran anak remaja. Anak remaja, ya sedikit sedikit SMS ' sayang udah makan blum? sayang jangan lupa jemput aku ya? sayang disini panas, beliin kipas angin dong....' sering telpon dan fakir miscoll. Juga minta sering ketemuan. Apa bener ini gaya pacaran anak remaja ?


Masih menjadi pertanyaan, bagaimana yang dimaksud pacaran dewasa dan apa itu gaya pacaran remaja ?

2 Your Opinion:

It's Me ™ mengatakan...

pacaran dewasa vs pacaran remaja sama ajah. namanya juga pacaran. trus ga bisa dikatain menurut umur remaja ato dewasa.
bisa saja pacaran orang dewasa seperti anak2. ato malah sebaliknya yang masih anak2 dah bijak tentang namanya pacaran dan menghargai perasaan.
tapi pesanku hanya 1, jangan menjadikan pacaran sebagai hobi. cuz ini menyangkut perasaan.

apiscerana mengatakan...

perbedaannya mungkin cara untuk menyikapi sesuatu hal..

misalnya. klo pacaran dewasa, si cewek lagi dianter pulang sama temennya (cowok), pasti pacar si cewek biasa aja, cuz cuman ngantar

klo remaja.. itu bisa jadi masalh besar